Skip to main content

Manajemen Global

Manajemen Baru Era Globalisasi

Dunia manajemen tidak seperti dahulu lagi. Kita memang tidak boleh melupakan masa lalu karena merupakan bagian dari masa kini dan masa mendatang. Kita saat ini menjadi saksi terjadinya suatu perubahan fundamental sebagai akibat arus deras globalisasi. Perubahan tersebut mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Berbagai bentuk organisasi lokal dan regional terkena dampak perubahan tersebut sehingga manajer organisasi juga mengalami suatu perusahaan besar. Perusahaan dihadapkan pada pilihan berhadapan dengan pasar global atau mati. Oleh karena itu, pada umumnya perusahaan terpaksa mengurangi struktur biaya secara radikal dengan jalan merencanakan kembali dan mengurangi berbagai inisiatif yang meningkatkan biaya pada struktur, proses, dan produk (Rhinesmith, (2001). Dengan perkembangan seperti ini, maka perusahaan harus memiliki staf dan karyawan yang mampu melayani pasar global sekaligus pasar lokal yang ingin dilayani dengan cara yang sama. Fungsi manajer pun perlu diredefinisi. Manajer yang semula berperan “memerintah dan mengawasi” saat ini harus berperan menjadi “pelatih” agar setiap karyawan mampu di berdayakan untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar. manajer juga harus memiliki sejumlah ide, gagasan, strategi dan metode untuk membantu orang lain menyesuaikan diri dalam kondisi seperti ini. Selain itu manajer juga harus menyesuaikan strategi perekrutan, penyeleksian, pemberian kompensasi, pengembangan karier, teknik memotivasi, serta teknik mengawasi karyawan agar semuanya secara terintegrasi mampu memenuhi kebutuhan perusahaan.

Bagaimana Seorang Manajer dapat menjadi Manajer Global ?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bahwa dewasa ini organisasi mengalami perubahan, yang semula berfokus pada pelayanan lokal menjadi organisasi yang dapat berkompetisi di dunia internasional, berpola pikir bisnis dan berprilaku sesuai permintaan pasar global. Perjanjian dagang AAFTA (ASEAN Free Trade Area) 2003, yang disepakati negara-negara ASEAN, menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap kondisi ekonomi dan bisnis yang dialami Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya. Kompetisi telah berkembang semakin ketat. Hanya organisasi atau negara yang unggul, efisien, memiliki akses, dan menguasai jaringan (networking) yang dapat bersaing dan mampu bertahan. Keadaan ini tentu saja mencemaskan kita semua karena daya saing dan keterbukaan ekonomi Indonesia masih rendah. Dalam hal ini Indonesia harus terus berbenah diri agar tidak kalah bersaing dengan negara lain.

Di dalam setiap persaingan, pelaku bisnis tidak hanya perlu kekuatan dan kelemahan dirinya, melainkan juga harus dapat memanfaatkan peluang serta mampu mengatasi ancaman yang datang. Dengan demikian, bila dikaitkan dengan daya saing dan kesuksesan, maka hanya perusahaan yang sudah mengetahui posisi (positioning) kualitas dirinya yang akan mampu tetap aksis di kancah persaingan AFTA. Salah satu unit pelaku bisnis yang harus memiliki daya saing adalah manajer, yaitu seseorang yang bertugas mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sumber daya tersebut meliputi manusia, bahan baku, modal, peralatan atau mesin, metode atau kepemimpinan, serta informasi. Sumber daya ini harus dapat dikelola dengan baik agar nilai perusahaan terus meningkat. Manajer harus mengetahui seberapa ketat tingkat persaingan perusahaannya. Semakin ketat tingkat persaingan, berarti manajer harus semakin cermat dalam mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan. Penggunaan sumber daya haruslah efisien dan dapat berkesinambungan.

Dalam kondisi lingkungan bisnis yang cepat berubah, perusahaan semakin dituntut untuk lebih fleksibel sehingga dapat beradaptasi dalam waktu yang relatif cepat terhadap perubahan. Bentuk perusahaan seperti ini berakibat pada pemilihan sosok manajer yang sesuai dengan kondisi persaingan yang sangat ketat. Oleh karena itu manajer yang diharapkan adalah manajer yang mempunyai karakteristik fleksibel, yaitu memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap lingkungan dan mampu memanfaatkan sumber daya yang efisien. Di samping itu juga mereka harus memiliki wawasan global serta menguasai proses decision making, interpersonal relation, dan global setting. Itu berarti seorang manajer saat ini harus memiliki peran sebagai interpersonal roles (kepemimpinan komunikasi), informational roles (pengawas, pengendali, penyerap, dan penyebar informasi), dan decision roles (entrepreneur, menangani perubahan, alokasi sumber daya, negosiator).

Informasi menjadi hal yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnis saat ini. Para manajer harus mampu beradaptasi terhadap perkembangan informasi. Manajer era globalisasi harus mampu memanfaatkan perkembangan teknologi infoormasi dan menjadikannya sebagai solusi daya saing bagi bisnisnya karena sudah terbukti bahwa bisnis yang dikelola dengan memanfaatkan teknologi informasi akan memiliki daya yang dikelola dengan memanfaatkan teknologi informasi akan memiliki daya saing yang handal. Wall Mart, DHL, dan Singapore Airlines adalah contoh perusahaan yang dikelola dengan berbasis teknologi informasi.

Baca juga artikel terkai lainnya mengenai Konsep Dasar Manajemen.

Comments

Post a Comment

Terima Kasih telah membaca artikel kami.

Pembaca yang baik pasti meninggalkan jejak, walaupun hanya ucapan "terimakasih"

Popular posts from this blog

Keahlian Manajer

Walaupun jumlah posisi manajerial hampir tidak terbatas, namun kesuksesan atau keberhasilan orang-orang yang menduduki jabatan tersebut sering kali terhambat oleh keterbatasan keterampilan atau skill dan kemampuan. Oleh karena itu, manajer yang efektif perlu mengembangkan keahlian teknikal, keahlian dalam hubungan antarmanusia ( human relations ), keahlian konseptual, keahlian pengambilan keputusan, dam keahlian manajemen waktu. Keahlian Teknikal ( Technical Skill ). Keahlian teknikal atau teknis adalah keahlian khusus yang harus dimiliki oleh seorang manajer berkaitan dengan tanggung jawab utama yang harus dijalankan. Misalkan, seorang manajer yang bertanggung jawab di bidang keuangan haru mengetahui ilmu-ilmu bidang keuangan. Manajer yang bertanggung jawab di bidang pemasaran harus mengerti mengenai pasar. Keahlian Hubungan Manusia ( Human Relation Skill ). Manajer berkaitan dengan mengarahkan dan mengontrol agar orang—orang yang ada di dalam perusahaan bertindak untuk mencapai...

Tanggung Jawab Sosial

Telah dijelaskan etika mempengaruhi perilaku pribadi di lingkungan kerja. Masalah lain yang juga perlu diperhatikan bagi tiap perusahaan selain masalah etika bisnis adalah mengenai tanggung jawab sosial. Griffin dan Ebert (2002) menyatakan, tanggung jawab sosial adalah usaha suatu bisnis untuk menyeimbangkan komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungannya, termasuk konsumen, bisnis lain/pesaing, karyawan, dan investor. Sedangkan Bone dan Kurtz (2000) menyatakan tanggung jaawab sosial merupakan penerimaan manajemen terhadap kewajiban untuk mempertimbangkan laba, kepuasan pelanggan, dan kesejahteraan sosial sebagai nilai sepadan dalam mengevaluasi kinerja perusahaan. Dapat disimpulkan tanggung jawab sosial lebih berkaitan dengan cara suatu bisnis bertindak terhadap kelompok dan pribadi lainnya dalam lingkungan sosialnya. Pada kenyataannya tanggung jawab sosial lebih merupakan suatu usaha untuk mengimbangi komitmen yang berbeda. Misal, untuk bertindak secara bertanggung ja...

Apakah Kemampuan Manajerial itu ?

Seperti jabatan lainnya, menjadi manajer tidaklah semudah yang diperkirakan seseorang sebelumnya menjadi karyawan biasa. Untuk menjadi seorang manajer yang sukses, ia harus memiliki sejumlah kompetensi umum dan khusus. Kemampuan manajerial adalah kemampuan untuk mengatur, mengoordinasikan dan menggerakkan para bawahan ke arang pencapaian tujuan yang telah ditentukan organisasi. Dalam organisasi yang berukuran besar, kesempatan manajer untuk mengadakan kontrak dengan seluruh bawahan relatif sangat kecil. Lebih-lebih dalam organisasi yang besar yaitu organisasi yang ruang lingkup operasinya nasional atau internasional. Dengan demikian, kegiatan mengintegrasikan, mengoordinasikan dan menggerakkan para bawahan oleh manajer puncak dilakukan melalui pendelegasian wewenang kepada manajer dan manajer pengawas. Kemampuan manajerial tidak begitu saja muncul. Kemampuan ini lahir dari suatu proses yang panjang yang terjadi secara perlahan-lahan melalui proses pengamatan dan belajar. Bukti dari k...