Skip to main content

Ilmu Ekonomi dan Keputusan Ekonomi

Pada dasarnya ilmu ekonomi selalu berhubungan dengan pengambilan keputusan ekonomi. bahkan dapat dikatakan, ilmu ekonomi merupakan suatu perangkat alat analisis yang dapat membantu kita membuat keputusan terbaik di dalam hidup, khususnya keputusan ekonomi. Sebelum mengambil keputusan ekonomi, setiap agen ekonomi (rumah tangga dan perusahaan) harus dapat mengidentifikasi terlebih dahulu tujuan ekonomi yang ingin dicapai. Rumah tangga sebagai konsumen memiliki tujuan memaksimumkan profit. Setelah mengetahui tujuannya, setiap agen ekonomi juga harus mengetahui keterbatasan sumber daya apa yang dihadapinya untuk mencapai tujuannya tersebut. Setiap agen ekonomi akan menghadapi berbagai pilihan (choice) yang tersedia untuk mencapai tujuannya dengan keterbatasan sumber daya tertentu. Tentunya agen ekonomi akan mengambil pilihan yang memenuhi kriteria tujuannya tersebut. Di sini terjadi pengambilan keputusan ekonomi. Keputusan ekonomi tersebut merupakan cerminan prolaku setiap agen ekonomi. Prilaku masing-masing rumah tangga akan membentuk prilaku agregat (keseluruhan rumah tangga) dalam perekonomian. Begitu juga halnya dengan pengambilan keputusan masing-masing perusahaan akan membentuk perilaku perusahaan secara agregat.

Hal yang menarik ialah bahwa rumah tangga dapat dianalisis dari dua (2) sudut pandang yaitu rumah tangga sebagai konsumen dan rumah tangga sebagai tenaga kerja. Tetapi perlu dipahami bahwa baik rumah tangga sebagai konsumen maupun tenaga kerja, tujuan yang ingin dicapai rumah tangga tetap satu, yaitu memaksimumkan utilitas. Hanya saja, kendala keterbatasan sumber daya yang dihadapi rumah tangga sebagai konsumen ialah pendapatan yang dimilikinya, sedangkan kendala yang dihadapi rumah tangga sebagai tenaga kerja yaitu waktu yang dimilikinya.

Membuat keputusan ekonomi, misalnya, sudah dimulai ketika seorang individu (rumah tangga) memulai harinya ketika bangun tidur. Individu tersebut perlu memutuskan apakah hari itu akan bekerja atau mengasuh anak di rumah. Setelah itu, ketika sarapan, maka individu tersebut akan dihadapkan pada pilihan apakah sarapan di salah satu warung kaki lima atau sarapan di rumah berama keluarga. Ketika akan berangkat beraktivitas, ia mungkin perlu memutuskan akan menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Jika orang tersebut bekerja sebagai pegawai di suatu kantor, maka ketika makan siang ia dapat memilih untuk makan siang di luar kantor atau makan rantangan yang sudah disediakan, dan seterusnya.

Beberapa pertanyaan berikut akan dapat membantu memberi gambaran lebih lengkap tentang topik bahasan dalam ekonomi; mengapa makin sulit untuk mencari pekerjaan ? Mengapa banyak orang khawatir akan inflasi ? Mengapa beberapa orang lebih kaya daripada orang lain ? Bagaimana Cina dapat menghasilkan banyak barang yang lebih murah daripada Indonesia ? Apa yang akan terjadi jika impor produk tekstil dari luar negeri dilarang masuk Indonesia untuk “melindungi” pekerja dan perusahaan di dalam negeri ?

Sedikit gambaran di atas menunjukkan bahwa manusia selalu dihadapkan pada pilihan dan mengambil keputusan ekonomi. Dari uraian tersebut kiranya dapat dilihat pula bahwa beraneka ragam topik tercakup dalam ilmu ekonomi. Namun pada intinya ilmu ekonomi dicurahkan untuk memahami prilaku ekonomi rumah tangga (househoolds), bisnis, dan pemerintah, baik secara individual maupun agregat (keseluruhan).

Ilmu Ekonomi membantu kita membuat keputusan yang terbaik untuk itu baca juga artikel lainnya mengenai Konsep Dasar Ekonomi yang terkait dengan artikel Pengantar Ekonomi Makro.

Comments

Post a Comment

Terima Kasih telah membaca artikel kami.

Pembaca yang baik pasti meninggalkan jejak, walaupun hanya ucapan "terimakasih"

Popular posts from this blog

Keahlian Manajer

Walaupun jumlah posisi manajerial hampir tidak terbatas, namun kesuksesan atau keberhasilan orang-orang yang menduduki jabatan tersebut sering kali terhambat oleh keterbatasan keterampilan atau skill dan kemampuan. Oleh karena itu, manajer yang efektif perlu mengembangkan keahlian teknikal, keahlian dalam hubungan antarmanusia ( human relations ), keahlian konseptual, keahlian pengambilan keputusan, dam keahlian manajemen waktu. Keahlian Teknikal ( Technical Skill ). Keahlian teknikal atau teknis adalah keahlian khusus yang harus dimiliki oleh seorang manajer berkaitan dengan tanggung jawab utama yang harus dijalankan. Misalkan, seorang manajer yang bertanggung jawab di bidang keuangan haru mengetahui ilmu-ilmu bidang keuangan. Manajer yang bertanggung jawab di bidang pemasaran harus mengerti mengenai pasar. Keahlian Hubungan Manusia ( Human Relation Skill ). Manajer berkaitan dengan mengarahkan dan mengontrol agar orang—orang yang ada di dalam perusahaan bertindak untuk mencapai...

Tanggung Jawab Sosial

Telah dijelaskan etika mempengaruhi perilaku pribadi di lingkungan kerja. Masalah lain yang juga perlu diperhatikan bagi tiap perusahaan selain masalah etika bisnis adalah mengenai tanggung jawab sosial. Griffin dan Ebert (2002) menyatakan, tanggung jawab sosial adalah usaha suatu bisnis untuk menyeimbangkan komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungannya, termasuk konsumen, bisnis lain/pesaing, karyawan, dan investor. Sedangkan Bone dan Kurtz (2000) menyatakan tanggung jaawab sosial merupakan penerimaan manajemen terhadap kewajiban untuk mempertimbangkan laba, kepuasan pelanggan, dan kesejahteraan sosial sebagai nilai sepadan dalam mengevaluasi kinerja perusahaan. Dapat disimpulkan tanggung jawab sosial lebih berkaitan dengan cara suatu bisnis bertindak terhadap kelompok dan pribadi lainnya dalam lingkungan sosialnya. Pada kenyataannya tanggung jawab sosial lebih merupakan suatu usaha untuk mengimbangi komitmen yang berbeda. Misal, untuk bertindak secara bertanggung ja...

Apakah Kemampuan Manajerial itu ?

Seperti jabatan lainnya, menjadi manajer tidaklah semudah yang diperkirakan seseorang sebelumnya menjadi karyawan biasa. Untuk menjadi seorang manajer yang sukses, ia harus memiliki sejumlah kompetensi umum dan khusus. Kemampuan manajerial adalah kemampuan untuk mengatur, mengoordinasikan dan menggerakkan para bawahan ke arang pencapaian tujuan yang telah ditentukan organisasi. Dalam organisasi yang berukuran besar, kesempatan manajer untuk mengadakan kontrak dengan seluruh bawahan relatif sangat kecil. Lebih-lebih dalam organisasi yang besar yaitu organisasi yang ruang lingkup operasinya nasional atau internasional. Dengan demikian, kegiatan mengintegrasikan, mengoordinasikan dan menggerakkan para bawahan oleh manajer puncak dilakukan melalui pendelegasian wewenang kepada manajer dan manajer pengawas. Kemampuan manajerial tidak begitu saja muncul. Kemampuan ini lahir dari suatu proses yang panjang yang terjadi secara perlahan-lahan melalui proses pengamatan dan belajar. Bukti dari k...