Skip to main content

Mengapa Mempelajari Ilmu Ekonomi ?

Pada masa kini berbagai persoalan ekonomi sudah sangat mudah di temui dalam kehidupan sehari-hari kita. Terkadang tanpa kita sadari, perasaan hati kita yang bersuka cita sepanjang hari ternyata dipengaruhi oleh sekelumit berita ekonomi: Harga Minyak Dunia Turun. Di sisi lain mungkin kita menjadi sedikit gusar terhadap pemerintah lantaran melihat masyarakat harus mengantri lama untuk memperoleh 2 liter minyak tanah di Samarinda. Padahal berbagai informasi terebut mungkin hanya kita lihat di layar kaca. Kita juga mungkin pernah menonton berita yang menyatakan bahwa telah terjadi peningkatan penduduk miskin di Indonesia seiring dengan munculnya krisis ekonomi dan naiknya harga kebutuhan pokok. Padahal, di sisi lain, saat kita berangkat bekerja, kita dapat melihat bahwa banyak bermunculan perumahan griya tawan (apartmen) di beberapa kota besar, belum lagi pusat-pusat perbelanjaan baru juga mulai marak dibangun di banyak kota. Apakah para investor tidak mengetahui bahwa jumlah penduduk miskin Indonesia telah meningkat ? Mengapa para investor tetap tertarik untuk menanamkan modalnya untuk membangun griya tawang ataupun pusar perbelanjaan ? Tanpa kita sadari, ternyata kita sudah dikelilingi oleh beragam persoalan dan kegiatan yang berhubungan dengan ekonomi. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mempelajari ilmu ekonomi.

“Walau pun uang sangatlah penting bagi kita, namun janganlah kita lupa daratan karena uang. Kemanusiaan lebih penting daripada uang”.

Dengan mempelajari ilmu ekonomi, kita dapat mengetahui penyebab munculnya berbagai permasalahan ekonomi, prilaku para agen ekonomi (rumah tangga dan perusahaan), dampak yang dihasilkan dari permasalahan ekonomi, dan pengambilan keputusan ekonomi yang rasional. Sebenarnya, tanpa mempelajari ilmu ekonomi terlebih dahulu, manusia secara sadar maupun tidak, setiap hari melakukan keputusan ekonomi dan bagaimana suatu perekonomian bekerja. Pembaca blog ini akan diajak untuk berpikir secara terstruktur bagaimana suatu peristiwa ekonomi terjadi dan dampaknya terhadap prilaku para agen ekonomi. Untuk itu baca juga artikel terkait mengenai Konsep Dasar Manajemen dan Pengantar Ekonomi Makro yang ada diblog ini.

Comments

Popular posts from this blog

Keahlian Manajer

Walaupun jumlah posisi manajerial hampir tidak terbatas, namun kesuksesan atau keberhasilan orang-orang yang menduduki jabatan tersebut sering kali terhambat oleh keterbatasan keterampilan atau skill dan kemampuan. Oleh karena itu, manajer yang efektif perlu mengembangkan keahlian teknikal, keahlian dalam hubungan antarmanusia (human relations), keahlian konseptual, keahlian pengambilan keputusan, dam keahlian manajemen waktu.Keahlian Teknikal (Technical Skill). Keahlian teknikal atau teknis adalah keahlian khusus yang harus dimiliki oleh seorang manajer berkaitan dengan tanggung jawab utama yang harus dijalankan. Misalkan, seorang manajer yang bertanggung jawab di bidang keuangan haru mengetahui ilmu-ilmu bidang keuangan. Manajer yang bertanggung jawab di bidang pemasaran harus mengerti mengenai pasar. Keahlian Hubungan Manusia ( Human Relation Skill). Manajer berkaitan dengan mengarahkan dan mengontrol agar orang—orang yang ada di dalam perusahaan bertindak untuk mencapai tujuan peru…

Apakah Kemampuan Manajerial itu ?

Seperti jabatan lainnya, menjadi manajer tidaklah semudah yang diperkirakan seseorang sebelumnya menjadi karyawan biasa. Untuk menjadi seorang manajer yang sukses, ia harus memiliki sejumlah kompetensi umum dan khusus.Kemampuan manajerial adalah kemampuan untuk mengatur, mengoordinasikan dan menggerakkan para bawahan ke arang pencapaian tujuan yang telah ditentukan organisasi. Dalam organisasi yang berukuran besar, kesempatan manajer untuk mengadakan kontrak dengan seluruh bawahan relatif sangat kecil. Lebih-lebih dalam organisasi yang besar yaitu organisasi yang ruang lingkup operasinya nasional atau internasional. Dengan demikian, kegiatan mengintegrasikan, mengoordinasikan dan menggerakkan para bawahan oleh manajer puncak dilakukan melalui pendelegasian wewenang kepada manajer dan manajer pengawas.Kemampuan manajerial tidak begitu saja muncul. Kemampuan ini lahir dari suatu proses yang panjang yang terjadi secara perlahan-lahan melalui proses pengamatan dan belajar. Bukti dari kema…

Tingkatan Manajer

Dalam dunia manajemen, umumnya terdapat 3 tingkatan dasar manajer, yaitu top manager (manajer puncak), middle manager (manajer menengah), dan first line manager (manajer tingkat pertama). Sebagian besar perusahaan memiliki lebih banyak manajer menengah dibandingkan manajer puncak.Top managers, yaitu manajer yang bertanggung jawab pada dewan komisaris dan direktur untuk keseluruhan kinerja dan tujuan serta target perusahaan. Beberapa jabatan manajer puncak, antara lain president (presiden direktur), vice president (wakil presiden direktur), CEO (chief executive officer), dan CFO (chief financial officer). Tugas dan tanggung jawab top manager adalah untuk merumuskan strategi perusahaan dan perencanaan yang akan diterapkan oleh manajer dan karyawan di tingkat yang lebih rendah. Middle managers. Middle manager adalah level manajer yang bertanggung jawab untuk mengimplementasikan dan mengontrol pelaksanaan strategi dan perencanaan yang dirumuskan oleh manajer puncak. Beberapa jabatan untu…